Archive for the ‘education’ Category

tribun/Ihsan Mustakim

Ilustrasi

Selasa, 4 Januari 2011 | 14:57 WITA

JAKARTA, KOMPAS.com — Ujian nasional tahun pelajaran 2010/2011 jenjang sekolah menengah atas/madrasah aliyah/sekolah menengah kejuruan (SMA/MA/SMK) akan diselenggarakan 18-21 April 2011.

Sementara jenjang sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah (SMP/MTs) akan dilaksanakan 25-28 April 2011.

Jadwal UN ini tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 45 Tahun 2010 tentang Kriteria Kelulusan dan Permendiknas Nomor 46 tentang Pelaksanaan UN SMP dan SMA Tahun Pelajaran 2010/2011 yang ditandatangani Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh Senin (4/1/2011) di Jakarta.

Dalam UN April mendatang sudah digunakan formula baru untuk menentukan kelulusan yaitu nilai gabungan antara nilai UN dengan nilai sekolah yang meliputi ujian sekolah dan nilai rapor.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdiknas Mansyur Ramly mengatakan, UN Susulan SMA/MA/SMK akan dilaksanakan 25-28 April 2011 dan pengumuman kelulusan oleh satuan pendidikan paling lambat 16 Mei 2011.

Sementara UN Susulan SMP/MTs diselenggarakan 3-6 Mei 2011, sedangkan pengumuman UN SMP/MTs oleh satuan pendidikan pada tanggal 4 Juni 2011. “UN kompetensi keahlian kejuruan SMK dilaksanakan sekolah paling lambat sebulan sebelum UN dimulai,” kata Mansyur.

Sebelum kelulusan diumumkan, sekolah mengirimkan hasil nilai sekolah untuk digabungkan dengan hasil nilai UN ke Kemdiknas. Selanjutnya, setelah digabungkan dengan formula 60 persen UN ditambah dengan 40 persen nilai sekolah, nilai tersebut dikembalikan lagi ke sekolah. Sekolah menggabungkan nilai dengan mata pelajaran lain. “Kan ada tujuh mata pelajaran lain yang harus lulus. Yang menentukan kelulusan tetap satuan pendidikan,” kata Nuh.

Nuh melanjutkan, dari peta nilai akan dilakukan analisis setiap sekolah. Sekolah yang nilainya rendah akan dilakukan intervensi seperti tahun 2010 yakni memberikan insentif dana sebesar Rp 1 miliar sebagai stimulus kepada 100 kabupaten/kota yang memiliki nilai UN rendah.

Insentif dana itu diberikan pada kabupaten/kota dengan persentase kelulusan siswa kurang dari 80 persen. Selain dana, pemerintah juga melakukan intervensi program peningkatan kompetensi guru dan remedial. “Tidak ada target khusus kelulusan siswa. Targetnya kejujuran pelaksanaan UN. Itu yang lebih mahal karena dari angka kelulusan tahun lalu sudah 99 persen,” kata Nuh.

Setelah melalui perdebatan yang panjang tentang formula kelulusan ujian nasional 2011, akhirnya Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) mengeluarkan dua keputusan, yakni Permendiknas No. 45 Tahun 2010 tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik dan Permendiknas Nomor 46 Tahun 2010 Tentang Pelaksanaan Ujian Sekolah/Madrasah dan Ujian Nasional. Kedua Permendiknas tersebut selanjutnya dijabarkan oleh BNSP melalui Peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan Nomor 0148/SK-POS/BSNP/I/2011 tentang Prosedur Operasi Standar Ujian Nasional.

Yang ingin mengunduh, silakan klik tautan berikut ini!

  1. Permendiknas No 45 tahun 2010
  2. Permendiknas No 46 Tahun 2010
  3. Lampiran-Permendiknas-No-46-th-2010
  4. Prosedur Operasi Standar UN Tahun Pelajaran 2010/2011
  5. Prosedur Operasi Standar Pencetakan Bahan Ujian Nasional

Dalam penafsiran awam saya, point penting yang terkandung dalam Permendiknas tersebut adalah nilai kelulusan UN tidak semata-mata ditentukan berdasarkan hasil UN, tetapi juga mengakomodasi nilai sekolah yang diperoleh berdasarkan rata-rata nilai rapor dan nilai Ujian Sekolah (US). Dengan kata lain, kelulusan UN ditentukan berdasarkan perolehan Nilai Akhir (NA) yang merupakan gabungan antara nilai sekolah (pada mata pelajaran yang di-ujinasional-kan dengan bobot 40%) dan nilai UN (dengan bobot 60%). Nilai sekolah itu sendiri diperoleh dengan menggabungkan rata-rata nilai rapor (bobot 40%) dengan nilai ujian sekolah (bobot 60%). Setelah melalui penghitungan NA, peserta didik dinyatakan lulus UN apabila mencapai rata-rata NA sebesar 5,5 dan tidak boleh ada nilai di bawah 4,0. Ini artinya, mata pelajaran tertentu, misalnya Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA untuk jenjang pendidikan SMP, selain diujikan secara nasional juga diujikan melalui ujian sekolah oleh satuan pendidikan masing-masing.

Formula ini jelas sangat berbeda dengan kriteria kelulusan tahun-tahun sebelumnya yang menggunakan nilai UN sebagai satu-satunya penentu kelulusan UN. Melalui Permendiknas tersebut, agaknya Mendiknas juga ingin menjawab keresahan beberapa kalangan ketika nasib kelulusan seorang peserta didik hanya ditentukan berdasarkan perolehan hasil UN yang hanya ditempuh dalam beberapa hari saja itu. Sedangkan, proses pendidikan yang dilaksanakan peserta didik selama mengikuti aktivitas pembelajaran di tingkat satuan pendidikan terabaikan sama sekali. Melalui formula semacam itu, sekolahsekolah tertentu yang mematok nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan grade yang rendah yang kemudian tertuang di dalam nilai rapor, jelas sangat “rugi” karena mustahil menyulap nilai dalam dokumen rapor yang harus mengacu pada KKM yang telah ditentukan.

Celah yang masih memungkinkan untuk ditembus dalam upaya menggelembungkan nilai peserta didik adalah melalui nilai ujian sekolah. Sekolahsekolah yang “nakal”, bisa jadi akan memanfaatkan celah ini untuk membantu siswa didiknya agar bisa lulus sesuai dengan formula yang telah ditentukan. Kalau dugaan saya ini benar, formula kelulusan UN 2011sebenarnya merupakan sebuah kemajuan atau kemunduran?

Pertanyaan semacam ini tampaknya memang bukan hal yang mudah untuk dijawab. Dari kacamata pendidikan holistik, terobosan yang dilakukan Mendiknas memang layak diapresiasi. Setidaknya, kompetensi peserta didik selama mengikuti proses pendidikan di tingkat satuan pendidikan bisa terpotret lebih utuh. Kelulusan siswa tidak hanya ditentukan berdasarkan perolehan nilai UN semata, tetapi juga mengakomodasi nilai yang diperoleh siswa didik selama mengikuti kegiatan pendidikan di sekolah. Namun, dari sisi kejujuran, formula baru yang ditetapkan Mendiknas, agaknya masih memungkinkan bagi sekolahsekolah yang “nakal” untuk bermain curang dengan menggelembungkan nilai ujian sekolah agar mampu membantu peserta didik dalam mencapai derajat kelulusan.

 

Yang juga layak diapresiasi dari keputusan Mendiknas adalah dihapuskannya UN ulangan. Disadari atau tidak, digelarnya UN ulangan bagi siswa yang dinyatakan tidak lulus telah melunturkan etos belajar anak-anak. Mereka tak mau repot-repot mempersiapkan diri secara matang ketika menghadapi UN. Seandainya tidak lulus pada UN Utama, toh masih ada UN ulangan. Yang menggelikan, nilai yang diperoleh para peserta UN Ulangan pada umumnya jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan nilai peserta UN Utama.

Negara kita memang sudah sarat pengalaman dalam menggelar ujian akhir. Namun, sejauh ini agaknya belum ditemukan formula yang tepat, sehingga gagal memotret kompetensi peserta didik secara utuh dan komprehensif. Kita sangat berharap, sistem dan formula UN tahun ini –meski masih terbuka celah untuk menggelembungkan nilai ujian sekolah—benar-benar bisa menjadi “starting point” bagi dunia pendidikan kita dalam upaya melahirkan generasi masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga cerdas secara emosional, sosial, dan spiritual. Semoga! ***

me

Ujian Nasional (UN) merupakan istilah bagi penilaian kompetensi peserta didik secara nasional pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Berbagai polemik yang berkepanjangan mengenai Ujian Nasional di Indonesia tampak baik bagi demokrasi di negeri ini. Tapi satu hal yang jangan terlupa bahwa siswa peserta UN jangan sampai dibuat ragu atau takut tentang kepastian Ujian Nasional sebagai sarana untuk mengukur kemampuan mereka di bangku sekolahnya. Walaupun UN mengundang pro dan kontra tapi hendaknya tetap di jalur yang semestinya, karena bagaimana pun para siswa terutama siswa SMA / MA adalah para calon Agent of Change yang akan berperan untuk membawa perubahan-perubahan konstruktif bagi negeri ini. Oleh karena itu agar keraguan berkurang di kalangan dunia kependidikan, kami dari Tim Ujian Nasional mencoba menyampaikan beberapa hal yang dipandang penting terutama dalam hal dalam kebijakan UN 2011 yang tentunya diharapkan dapat menjadi bekal bagi para siswa agar mereka cukup persiapan dalam menghadapi Ujian Nasional 2011.Kami persembahkan Situs ini untuk kemajuan Bangsa Indonesia khususnya di bidang Pendidikan. Tim Ujiannasional.org didukung oleh Admin yang berpengalaman di bidang pendidikan pada umumnya.

Visi Misi

Posted: February 17, 2011 in Politeknik LP3I Jakarta Kampus Depok

VISI

Menjadi Lembaga Pendidikan yang terus menerus menyelaraskan kualitas pendidikannya dengan kebutuhan dunia kerja dalam pembentukan Sumber Daya Manusia yang profesional, beriman dan bertaqwa.

MISI

  1. Mencetak Sumber Daya Manusia yang siap kerja dengan kemampuan yang terampil dan profesional.

  2. Membentuk kepribadian Sumber Daya Manusia yang memiliki jiwa dan kemampuan berwirausaha.

  3. Membentuk Sumber Daya Manusia yang berbudi luhur.

  4. Membangun jaringan kemitraan dengan dunia usaha dan industri serta asosiasi profesi, didalam dan luar negeri.

  5. Memiliki LP3I Networking melalui penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.

  6. Menjadi lembaga pendidikan terbaik dengan kualitas berstandar Internasional.

  7. Memiliki Jaringan LP3I di dalam dan luar negeri.

  8. Menjadi lembaga pendidikan yang dipercaya dan bermanfaat bagi masyarakat.

  9. Memberikan kesejahteraan dan rasa aman bagi karyawan dan keluarganya.

 

Berikut Jenjang Pendidikan di Politeknik LP3I Jakarta Kampus Depok

Alur Gambar :

  • Usia rata-rata masuk ke Perguruan Tinggi yaitu usia 18 tahun
  • Selama semester 1 sampai dengan semester 4 adanya pembekalan Praktek 80%
  • Selama semester 1 sampai dengan semester 4 wajib menguasai Komputer dan Bahasa Inggris (minimal pasif)
  • Di Semester 4, wajib mengikuti Pelatihan dunia kerja, Psikotes Kerja dan Seminar/Workshop
  • Di Semester 5 , penempatan kerja mahasiswa/i ke relasi perusahaan Politeknik LP3I Jakarta Kampus Depok
  • Selama Semester 5 dan 6, jadwal kuliah yaitu hari Sabtu sore dan Minggu. Sehingga tidak mengganggu waktu kerja
  • Di usia 21 tahun LULUS di Politeknik LP3I Jakarta Kampus Depok dengan gelar Alimadiya (Amd) plus Pengalaman Kerja 1 tahun
  • Untuk meningkatkan karir di dunia kerja, Lulusan Politeknik LP3I Jakarta Kampus Depok dapat melanjutkan kuliah ke jenjang Sarjana (S1) secara konversi di LP3I Group atau Perguruan Tinggi Swasta lainnya
  • Bagi yang melanjutkan ke jenjang Sarjana (S1) waktu kuliah yaitu Kelas Malam atau Kelas Ekstension Minggu
  • LULUS di Politeknik LP3I Jakarta Kampus Depok di usia 21 dan melanjutkan ke jenjang Sarjana (S1) maka di usia 22 tahun sudah LULUS Sarjana (S1) plus Pengalaman Kerja 2 tahun
  • Menurut anda perusahaan lebih memilih yang mana LULUS Sarjana (S1) belum memiliki pengalaman kerja atau LULUS Sarjana (S1) dengan pengalaman kerja 2 tahun….???
  • Kuliah di Politeknik LP3I Jakarta Kampus Depok. Kuliah plus Penempatan Kerja

Kursus Komputer

 

1 MS. OFFICE
Pertemuan : 27 x
Materi : WindowsXP, Ms.Office, Ms.word, Ms.Excel, Ms.Access, Ms.Power Point
2 INTERNET (PRIVET)
Pertemuan : 3 x
Materi : Fungsi dan penggunaan internet, Browsing, Membuat dan mengirim e-mail pribadi ke alamat-alamat tertentu, Download dan upload, chating bloging, Email client, Internet Marketing
3 WEB DESIGN / CMS
Pertemuan : 12 x
Materi : Pengenalan Internet, merancang web page sederhana dengan rumus-rumus HTML melalui notepad, Membuat rancangan web page mempergunakan program aplikasi Macromedia dream weaver, Serta penyisipan object/image ke dalam site yang dirancang, Penempatan web page ke dalam host (Web Placement)
4 DESIGN GRAPHIC
Pertemuan : 27 x
Materi : CorelDraw, Photoshop, Pagemaker, flash
5  
Pertemuan : 20 x
Materi : Pengenalan Auto Cad, Konsep skets & jenis garis, Koordinasi system, Drawing aids, Hatching, fillet, Array, Layer, Trim, Construksi line, Dimensi 1, Dimensi 2, Rotasi dimensi 2, Dimensi 3 dasar, Dimensi 3 lanjutan, Dimensi 3 Material, Rotasi 3 Dimensi, Rendering, Autolist & Script program
6 LINUX FOR OFFICE
Pertemuan : 17 x
Materi : Desktop Linux, Open Office Word Processor, Spreadsheet, Presentation, Internet
7 TECHNICAL SUPPORT
Pertemuan : 20 x
Materi : Merakit PC, instalansi Operating System & Program aplikasinya, Konfigurasi Operating system, pembuatan jaringan / Network peer-to-peer (Pengkabelan, pengenalan perangkat network, Setting & instalansi TCP/IP), sharing file/directory, sharing printer, Post Office, Internet Connection Sharing, Trouble Shooting, Windows 2003 server, Email client/Server

 

SEKRETARIS

Program ini didesain khusus untuk mengantisipasi kebutuhan sekretaris di era global yang Cerdas, Cekatan, Cermat, memiliki etika yang tinggi dan berwawasan internasional. Dengan kelebihan – kelebihan yang dimilikinya, seperti: kemampuan dwi bahasa, mengoperasikan peralatan kantor modern dan perangkat lunak computer mutakhir, korespondensi bisnis, berkomunikasi efektif, serta pemahamannya akan ilmu – ilmu manajemen, membuat lulusan program ini memiliki daya saing yang tinggi di pasar kerja. Pada akhirnya, semua lulusan Politeknik LP3I akan dapat memperoleh gelar Ahli Madya (Amd.) sesuai bidangnya.

Standar Lulusan
  • Memiliki kemampuan dan keterampilan berkomunikasi secara interaktif baik secara internal maupun eksternal baik dalam bahasa inggris maupun melakukan percakapan bervariasi dalam bahasa jepang.
  • Menguasai pengoperasian peralatan dan mesin kantor.
  • Menguasai pengetahuan dan teknik korespondensi dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris dengan baik dan benar.
  • Dapat melakukan pengetikan sepuluh jari blind system dengab kecepatan 250 hpm.
  • Mampu mengelola dan menyimpan dokumen dengan menggunakan system kearsipan yang berlaku di organisasi agar mudah ditemukan kembali secara cepat dan tepat.
  • Mamapu melaksanakan pengawasan proses pelaksanaan sistem prosedur pelaksanaan sistem dan prosedur organisasi.
  • Mampu bersikap baik, berpenampilan profesional, dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi.
  • Memiliki jasa layanan bank, prosedur perdagangan luar negeri, konsep pemasaran dan mampu mengelola keuangan kas kecil dan memiliki pengetahuan aplikasi perpajakan Indonesia